Nikah Broo..

IMG_9964

Sedikit mau cerita nih, meminjam istilah SK ala pegawai, terhitung mulai tanggal 22 Juni 2014 ada perubahan status di dalam kehidupan saya. Tepat di tanggal tersebut saya resmi melepas status lajang menjadi menikah. Wanita yang beruntung mendapatkan saya itu adalah Teariska Lukita Heratin, biasa dipanggil Uki, adik kelas jaman SMP-SMA yang gara-gara Facebook membuat kami bertemu kembali setelah berabad-abad terpisah.

Memang sebelum menikah kami sudah menjalani hubungan. Pacaran lah istilahnya, walaupun disebut pacaran ya entah tepat atau tidak karena pacaran kami kurang mainstream. Bertemu lagi dengan dia, di hari H pernikahan ketika akad akan berlangsung ternyata hawanya terasa sangat berbeda. Mendadak dia terlihat sangat cantik, secara biasanya dia terlihat biasa saja, cantik nggak jelek juga pasti nggak. Begitu malam hari setelah sah menjadi suami istri, malah jadi lebih cantik dan manis lagi dia. Nikita Willy, Maudy Ayundya, Jessica Mila, Selena Gomes semua lewat. Hahaha.

Ada satu hal yang luar biasa ketika pernikahan kami akan berlangsung. Mungkin ini sudah rencana Tuhan. Ketika saya akan berangkat menuju tempat akad dan resepsi, menggunakan mobil karena lokasi cukup jauh dari rumah, Paduka FM radio yang biasa saya putar mengumandangkan lagu Bruno Mars, Marry You. Ini luar biasa sekali. Tahu saja itu radio saya akan menikah. Hahaha.

Spesial pada kesempatan ini, saya ingin berterimakasih pada adik saya tercinta, Nida Zulfa Wahyuni, atas segala macam jasa yang sengaja atau tidak sengaja dalam terjadinya pernikahan ini. Saya menikah atas jasa dia, pacaran atas jasa dia, kenalan pun atas jasa dia. Semacam mak comblang yang tak disengaja. Dulu, adik saya itu jaman SMP ternyata pernah ngasih foto saya ke Uki untuk disimpan. Curang sekali si istri (*ciee sekarang manggilnya istri. :D ) ini pas jaman SMP. Dia punya foto saya sementara saya tidak punya foto dia.

Oia sekedar sejarah singkat, dulu si istri saya ini adik kelas jaman SMP dan SMA. Di masa SMP kami pernah duduk bareng saat sedang ujian sekolah. Kebijakan sekolah di Purwokerto saat ujian memang mengacak tempat duduk untuk bersebalahan dengan adik atau kakak kelas dengan harapan untuk tidak saling contek. Nah pas saya kelas 2 SMP, saya duduk sebelahan sama dia. Sekedar duduk bareng saja karena saya tidak berani kenalan sama dia. Maklum lah, pas jaman sekolah dulu saya termasuk golongan kaum cupu. Hahaha. Dan ternyata oh ternyata, seteah berabad-abad baru ketahuan ternyata kami berdua sama-sama saling kagum tanpa berani kenalan. Hanya saja si istri saya ini jauh lebih berani karena bisa punya foto saya lewat perantara adik saya itu. Hahaha.

Atas jasa adik saya pula itu, kami kemudian bisa bertemu kembali di Facebook. Waktu itu ada friend request yang memang saya biarkan tidak saya accept atau reject. Berasa kenal dengan nama itu tapi lupa siapa, sampai pada suatu ketika saat sedang Facebook-an si adik saya ngintip dan melihat ada nama Teariska Lukita di friend request dan dia langsung ngomong ‘Lho itu kan si adik kelasmu jaman SMP dulu yang pernah bareng pas ujian’. Langsung saya mencelos ingat dia dan langsung pula saya confirm. Setelahnya saya geber kejar dia sampai dapat nomor HP untuk menebus dosa dulu tidak berani kenalan. Hahaha.

Saat pernikahan kami pun, si adik saya ini pun jadi orang yang cukup sibuk. Memegang jabatan sebagai bendahara keluarga, tapi dia sekaligus jadi konseptor dan pelaksana acara di rumah. Kalau di presentase 75 persen acara di rumah terselenggara atas pengurusan adik saya itu. Luar biasa memang dia. Insya allah kelak ketika dia nikah saya usahakan semaksimal mungkin untuk jadi yang termaksimal mengurus acaranya.

Kemudian yang kedua saya mengucapkan terimakasih untuk Akhmad Jumali, saudara sepupu merangkap partner in crime saya yang juga cukup jadi orang yang sibuk selama rangkaian acara pernikahan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan fisik. Saking sibuknya ketika acara sudah selesai, kami semua baru teringat belum berfoto bersama. Usia dia lebih tua 2 tahun daripada saya, pengalaman dia dalam hidup juga lebih daripada saya. Saat ini dia berprofesi sebagai pedagang di Lampung, dan khusus untuk acara pernikahan saya dia sampai meliburkan diri. Insyallah berkah masbro jasa-jasamu. Karena sampai sekarang dia belum menikah, saya doakan semoga segera bisa segera menyusul saya. Amin. :D

Kemudian yang ketiga saya juga mengucapkan terimakasih ke sohib Indra Praja teman main jaman kuliah yang satu-satunya hadir langsung dari Jogja di acara pernikahan saya. Ya bisa dimaklumi sih kalau yang lain pada susah untuk datang karena mereka menyebar di mana-mana. Semoga kelak pas di acara nikahanmu saya bisa gantian datang ya masbro. :D

Spesial ucapan terimakasih yang keempat untuk rekan Baytiomo Mawarto, kawan di LPM Profesi dulu. Langsung dari Jakarta dia mentransfer kondangan via rekening. Saya baru ketemu ada orang yang transfer uang kondangan. Hahaha. Padahal sama sekali saya tidak mengharap itu. Yang saya harap ya doa saja yang penting karena saya tahu teman-teman tidak mungkin hadir. Sekali lagi terimakasih ya masbro.

Terlepas dari semua itu, saya mohon doanya semoga pernikahan kami bisa langgeng sampai kakek nenek atau sampai maut memisahkan *tsaah. Semoga kami bisa membina keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Semoga kami bisa dikarunia keturunan yang soleh dan solehah yang bisa kelak mengantar kami ke surga. Amin. :D

-Yasir Fuadi, 04 Agustus 2014-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *